BOLTIM – Munculnya issue yang menyudutkan salah satu oknum pengusaha asal Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) yang beredar di media sosial, dan terindikasi kuat menggiring opini “dugaan keterlibatan Ko Fanny dalam pusaran aktivitas pertambangan emas di Sungai Desa Paret”, penting untuk diluruskan.
Kepada awak media, Ko Fanny yang dikenal cukup bermasyarakat ini menyampaikan, selama ini saya tidak perna melakukan aktivitas penambangan emas dilokasi yang mereka maksudkan itu.
“Saya juga kaget menerima informasi yang beredar ini, kenapa ada issue seperti itu. Ko Fanny siapa yang mereka maksudkan itu. sisi lain saya tidak perna melakukan aktivitas kegiatan penambangan di Sungai Desa Paret tersebut, silakan di cek langsung,”ucapnya meluruskan agar tidak terjadi fitnah ditengah masyarakat.
Ormas Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Indra Mamonto menanggapi kabar liar yang beredar itu, mengatakan, mestinya dalam menayangkan setiap pemberitaan, wajib melakukan pengecekan dan harus berimbang, agar pihak yang disebut dalam pemberitaan dapat pula dikonfirmasi, jangan sampai terbangun opini yang tidak disertai dengan bukti lapangan, hal itu kata Indra, bisa berpotensi mencemarkan nama baik seseorang.
“Hasil mitigasi kami juga, dan dari keterangan warga sekitar, Ko Fanny sama sekali tidak melakukan kegiatan dilokasi yang disebutkan itu. maka sangat disayangkan jika kemudian framing issue itu terindikasi kuat sengaja di seting untuk menyudutkan orang lain, tanpa memiliki bukti yang diambil langsung dilokasi. maka kami menilai informasi itu hoaks,” ujarnya.
Ia pun mengapresiasi langkah tegas Kapolres Boltim, yang melakukan penindakan terukur dibeberapa lokasi pertambangan emas yang ada di wilayah hukumnya. ini bukti nyata bahwa Kepolisian cepat merespon segala informasi masyarakat dan langsung melakukan penindakan tegas dilapangan.

“Kami ormas LAKI salut ketegasan Kapolres Boltim yang langsung menindak dan menutup beberapa lokasi pertambangan ilegal tanpa pandang bulu di Boltim, salah satunya yang terbaru. yaitu, aktivitas kegiatan pertambangan emas lokasi Mintu dan beberapa lokasi lainnya,”tandas Ormas LAKI Indra Mamonto. seraya menambahkan dirinya berharap agar diberikan keringanan kepada masyarakat kecil (penambang rakyat) yang bekerja secara manual yang hanya menggunakan alat tradisonal seadanya, serta tidak merusak lingkungan, karena para penambang rakyat hanya mencari nafkah untuk menghidupi keluarga dan biaya menyekolahkan anak-anak mereka.
Terpisah Kapolres Bolaang Mongondow Timur(Boltim-red) AKBP Golfried Hasiholan Pakpahan, ketika dikonfirmasi atas issue liar yang beredar tersebut, menegaskan, bahwa sudah dilakukan pengecekan, tapi nyatanya orang yang disebutkan tidak melakukan kegiatan seperti yang diberitakan.
Kapolres menghimbau kiranya pihak yang menyebutkan itu turun lapangan. jangan membuat kegaduhan informasi yang simpang siur, tanpa didukung dengan fakta pembuktian lapangan.
“Sudah kami cek kelapangan, bersangkutan tidak ada aktivitas dilokasi tersebut,”tegas Kapolres Boltim.
(Andry)



