BOLTIM – Warga masyarakat Desa Liberia mendesak Komandan Kodam (Pangdam) dan Kepala Polisi Militer (Dan Pom) untuk segera turun tangan menindak tegas dugaan keterlibatan oknum anggota TNI yang diduga kuat menjadi “penyangga” atau pemberi bekingan terhadap aktivitas pertambangan tanpa izin (PETI) jenis Galian C di wilayah tersebut.
Kegiatan tambang ilegal ini diketahui telah berlangsung cukup lama dan meresahkan warga, Selain merugikan keuangan negara, aktivitas penambangan liar ini juga diduga telah menyebabkan kerusakan lingkungan yang parah, seperti kerusakan jalan, pencemaran aliran sungai, dan kerusakan struktur tanah yang membahayakan keselamatan warga sekitar.
Yang membuat masyarakat geram, informasi yang beredar menyebutkan bahwa tambang tersebut bisa beroperasi dengan leluasa karena diduga mendapatkan perlindungan dari oknum tertentu yang menggunakan seragam TNI, Hal ini dinilai telah mencoreng nama baik institusi militer dan merugikan kepentingan umum.
“Kami sudah tidak tahan lagi, Tambang ini merusak lingkungan kami, dan yang membuat kami kecewa, ada isu kuat menyebutkan ada oknum TNI yang membekingi, Kami minta Pangdam dan Dan Pom jangan tutup mata,” ujar salah satu tokoh masyarakat yang enggan disebutkan namanya, Senin (04/05/2026).
Warga berharap, pimpinan tertinggi di lingkungan Kodam dan Pom dapat melakukan tindakan tegas, menindaklanjuti laporan ini, dan mengusut tuntas siapa saja yang terlibat, baik pelaku tambang maupun pihak yang memberikan perlindungan.

“Kami minta proses hukum yang adil. Jangan ada yang dilindungi. Bersihkan oknum yang memanfaatkan seragam untuk keuntungan pribadi demi nama baik TNI dan kenyamanan kami warga Desa Liberia,” tegas warga.
Hingga saat ini, masyarakat menunggu langkah nyata dari pihak militer untuk menertibkan kembali wilayah tersebut dan menegakkan disiplin serta hukum yang berlaku.
(Andry)



