Penertiban Di Lahan Sengketa Memanas Ratusan Warga Desa Bakan Serbu MES PT JRBM

BOLMONG – Ketegangan memuncak dan suasana berubah menjadi sangat panas menyusul aksi penertiban dan pembongkaran yang dilakukan pihak keamanan PT J Resources Bolaang Mongondow (JRBM) di wilayah lahan yang menjadi objek sengketa antara masyarakat dan perusahaan, Rabu (03/06/2026).

Merasa hak dan kepentingannya dirugikan serta tindakan penertiban dinilai sepihak dan berlebihan, ratusan warga Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow, berbondong-bondong melakukan aksi massa mendatangi (MES) PT JRBM untuk menyampaikan protes keras dan menuntut kejelasan hak atas tanah tersebut.

Kedatangan ratusan warga ini terjadi tak lama setelah insiden penertiban di lokasi tambang yang berujung pada bentrokan dan menyebabkan salah satu warga, mengalami luka parah di kepala hingga Emosi warga terlihat sangat meluap-luap, dipicu rasa kecewa mendalam atas penertiban yang mereka anggap adanya kekhawatiran hilangnya akses mata pencaharian mereka yang sudah berlangsung puluhan tahun di wilayah tersebut.

Kendaraan warga berjejer memadati akses jalan menuju kantor pusat perusahaan, Sesampainya di lokasi, massa berkumpul di halaman depan kantor perusahaan, meneriakkan yel-yel protes, dan menuntut pihak manajemen untuk segera menemui mereka.

Suasana terasa sangat tegang dan mencekam, sejumlah warga terlihat membawa alat-alat kerja dan perlengkapan keamanan diri, sementara pihak keamanan perusahaan bersiaga ketat di dalam pagar pembatas untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Dalam orasi yang disampaikan para perwakilan warga, mereka menegaskan bahwa wilayah lahan dan lokasi tambang yang kini ditertibkan paksa oleh pihak JRBM adalah wilayah adat dan tanah ulayat masyarakat Desa Bakan yang sudah turun-temurun mereka kelola dan gunakan untuk bertani serta menambang guna menafkahi keluarga.

Warga menilai, perusahaan bertindak sewenang-wenang dengan mengklaim seluruh wilayah tersebut sebagai hak konsesinya, padahal hingga kini belum ada kesepakatan ataupun kejelasan batas wilayah yang disepakati bersama.

“Kami tidak mengganggu hak perusahaan, tapi kami juga minta hak kami dihargai. Tanah ini tanah kami, kami hidup di sini bertahun-tahun. Tiba-tiba datang ditertibkan, alat kami dihancurkan, kami dilarang bekerja, bahkan ada saudara kami yang terluka parah kena lemparan batu. Ini tidak adil, Kami datang ke sini bukan untuk cari masalah, tapi minta kejelasan dan keadilan. Apakah kami harus mati kelaparan hanya karena ada perusahaan,” tegas salah satu tokoh warga di hadapan massa yang disambut sorak sorai persetujuan.

Warga menuntut agar pihak PT JRBM segera menghentikan segala bentuk penertiban, pembongkaran, maupun pengusiran sepihak di wilayah sengketa sampai masalah batas wilayah dan hak ulayat warga mendapatkan kejelasan hukum yang mutlak dan disepakati kedua belah pihak.

Selain itu, warga juga menuntut tanggung jawab penuh perusahaan atas insiden yang menimpa salah satu warga.

(Andry)

Read Previous

Di Tengah Kekhawatiran Masyarakat Kapolres Boltim Berikan Perlindungan Penuh Kepada Penambang Rakyat

Read Next

Ratapan Penambang Rakyat Desa Bakan Yang Usahanya Dibongkar Dan Dieksekusi PT JRBM

Most Popular