Kabar Rencana Kedatangan Ustadz Abdul Somad di Sulawesi Utara Menuai Dua Reaksi Berbeda

KOTAMOBAGU – Kabar rencana kedatangan Ustadz Abdul Somad di Sulawesi Utara (Sulut), menuai dua reaksi berbeda, Di tengah munculnya sikap penolakan dari sejumlah kelompok tertentu, sebagian besar warga masyarakat justru bersatu, menyatakan dukungan penuh, dan bertekad tegas untuk mengawal kehadiran ulama tersebut demi kelancaran kegiatan dakwah yang diagendakan.

Berita mengenai rencana kunjungan penceramah Ustadz Abdul Somad sempat diwarnai sikap dari beberapa elemen kelompok yang menyatakan keberatan dan menolak kehadiran beliau di wilayah ini.

Berbagai alasan disampaikan pihak yang menolak, namun hal tersebut justru memicu semangat persatuan yang semakin kuat dari mayoritas warga yang sangat mendukung dan menantikan kehadiran ulama yang dikenal luas pemahaman agamanya itu.

Tokoh masyarakat setempat menyampaikan sikap tegas warga. “Kami mengetahui ada pihak-pihak yang tidak setuju dengan kedatangan Beliau, Namun, perlu diketahui bahwa kehadiran Abdul Somad di sini adalah undangan resmi dalam rangka berdakwah dan berbagi ilmu agama. Ini adalah hak kami sebagai warga untuk menimba ilmu, dan kami berhak menyambut tamu yang kami hormati,” tegasnya, (16/05/2026).

Ia menambahkan, perbedaan pandangan atau sikap penolakan dari pihak lain tidak akan dijadikan alasan untuk saling bersilang pendapat atau menimbulkan keributan, Warga justru berkomitmen tinggi untuk menjaga suasana tetap aman, damai, dan tertib.

“Kami sudah bersatu hati, lintas unsur masyarakat, tokoh agama, hingga pemuda, untuk menyatakan sikap kami menyambut baik, kami terima dengan tangan terbuka, dan kami siap mengawal dari awal hingga akhir. Mulai dari saat kedatangan, selama acara berlangsung, sampai Beliau berpamitan pulang, kami pastikan aman dan lancar,” tambahnya.

Semangat yang sama juga disampaikan oleh perwakilan pemuda setempat. Menurutnya, kehadiran Ustadz Abdul Somad adalah kehormatan besar bagi warga BMR, dan segala upaya akan dilakukan agar pesan dakwah yang disampaikan bisa diterima dengan baik oleh jamaah.

“Kami mengerti ada penolakan, tapi itu pandangan mereka, Bagi kami, kehadiran Beliau membawa manfaat besar untuk memperkuat iman dan persatuan. Kami tidak ingin ada keributan, justru kami akan lebih ketat menjaga ketertiban, Siapa pun yang berniat mengganggu, kami pastikan tidak akan bisa berbuat apa-apa, karena kami semua sudah siap siaga menjaga bersama,” ujarnya dengan tegas.

Warga berharap, meski ada perbedaan sikap, kegiatan ini tetap berjalan damai, penuh berkah, dan menjadi bukti bahwa masyarakat BMR mampu menjaga kerukunan serta menghargai kebebasan dalam menuntut ilmu agama, Pihak warga juga telah berkoordinasi dengan aparat keamanan setempat guna memastikan segala sesuatunya berjalan tertib.

(Andry)

Read Previous

Warga BMR Siap Kawal Ustad Abdul Somad

Read Next

BPJN dan PPK Bungkam Enggan Memberikan Kejelasan Terkait Proyek Berbandrol Miliaran Diduga Tidak Sesuai Spesifikasi Dan Kualitas Pekerjaan

Most Popular