BOLTIM – Kepala Kepolisian Resor Bolaang Mongondow Timur (Kapolres Boltim), AKBP Golfried Hasiholan Pakpahan, bersama dengan seluruh elemen masyarakat Boltim, secara tegas membantah dan menolak keras segala informasi yang disebarkan oleh salah satu Media Sosial Viral New yang dinilai tidak benar, memfitnah, dan meresahkan publik.
Dalam pernyataan resmi yang disampaikan, Kapolres Boltim menegaskan bahwa berita yang dimuat oleh media tersebut tidak memiliki dasar fakta yang kuat, tidak akurat, dan cenderung dibuat-buat untuk menjatuhkan nama baik institusi kepolisian serta merusak suasana kondusif di Daerah ini.
“Kami dengan tegas membantah seluruh isi berita yang dimuat oleh Viral New. Informasi tersebut adalah Hoaks, fitnah, dan tidak sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya, Selama ini, Polres Boltim selalu bekerja secara profesional, transparan, dan berpegang teguh pada aturan hukum yang berlaku dalam setiap penanganan kasus, termasuk masalah pertambangan dan isu lainnya yang sedang berkembang,” ujar Golfried dengan nada tegas.
Ia juga menyoroti bahwa pemberitaan tersebut justru bertujuan untuk memecah belah persatuan antara kepolisian dan masyarakat, serta menciptakan persepsi negatif yang tidak benar di tengah publik.
“Jangan biarkan diri kalian terprovokasi oleh berita bohong, Kami mengajak seluruh masyarakat untuk lebih bijak dalam menyaring informasi, memverifikasi kebenaran sebelum menyebarkannya, dan tidak mudah percaya pada berita yang tidak jelas sumber dan kebenarannya,” tambahnya.

Sikap penolakan yang sama juga disampaikan oleh berbagai lapisan masyarakat Boltim, mulai dari tokoh masyarakat, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, hingga warga biasa. Mereka sepakat menyatakan bahwa berita yang dimuat oleh Media Sosial Viral New adalah tidak benar dan tidak mewakili kondisi yang sebenarnya di Daerah mereka.
“Kami warga Boltim tahu persis bagaimana kinerja Kapolres dan jajarannya selama ini, Mereka selalu hadir melindungi, mengayomi, dan menindak tegas pelaku kejahatan termasuk PETI, Isu yang disebarkan oleh Media itu hanyalah rekayasa belaka yang ingin merusak nama baik institusi dan menciptakan keresahan,” ungkap salah seorang tokoh masyarakat.
Warga juga menuntut agar media yang bersangkutan segera mencabut berita yang tidak benar tersebut, meminta maaf secara terbuka, dan bertanggung jawab atas dampak yang ditimbulkan. Mereka juga meminta agar pihak berwenang menindaklanjuti sesuai hukum jika terbukti adanya pelanggaran dalam pemberitaan tersebut.
“Kami mendukung penuh Kapolres Boltim, Jangan biarkan Media yang tidak bertanggung jawab merusak keamanan dan ketertiban yang sudah kita bangun bersama. Hukum harus ditegakkan, dan kebenaran harus dimenangkan,” tegas warga lainnya.
(Andry)



