Viralnya Pelayanan Kesehatan Hingga Adanya Dugaan Pengusiran Salah Satu Pasien Yang Datang Berobat ke Klinik Almediqa

KOTAMOBAGU – Viralnya pelayanan kesehatan, hingga adanya dugaan pengusiran salah satu pasien yang datang berobat ke dokter kandungan klinik Almediqa di Kotamobagu, menjadi sorotan dan tranding topik hangat ditengah masyarakat.

Bahkan, postingan yang berjudul “No Viral No Justice” tersebut, terpantau oleh awak media, Kamis (2/7/26), mendapat komentar simpatik oleh ribuan warganet, dengan beragam tanggapan keperihatinan atas peristiwa yang dialami oleh salah satu warga yang berdomisili di Kelurahan Molinow, Kecamatan Kotamobagu barat (Kotamobagu-red).

Tercatat sebanyak 2.700 reaksi, 1.900 komentar, serta 1.900 kali dibagikan (share) di Media sosial. Angka interaksi yang terbilang tinggi ini, menunjukkan betapa besarnya kepedulian masyarakat dan keresahan atas standar pelayanan kesehatan di wilayah Kotamobagu, yang dinilai kurang profesional dalam menempatkan asisten dokter dalam melayani pasien di klinik yang dimaksud.

Berdasarkan unggahan postingan Afrian Laruke (pasien), menceritakan pengalaman pahitnya ketika datang berobat di klinik Almediqa, tepatnya berada Kelurahan Sinindian, Kecamatan Kotamobagu Timur. dimana, klinik ini diketahui menjadi tempat praktek dari dr. Hj. Sri Tarti Manoppo, M.Kes, SpOG, seorang dokter spesialis kebidanan dan kandungan (obgyn) yang bekerja melayani wilayah Kotamobagu.

Afrian Laruke mengklaim, bahwa sebelumnya ia telah mendaftar sebagai pasien nomor urut satu sejak pukul 07.00 Wita, namun ia diminta kembali lagi pada siang hari, karena dokter yang dimaksud baru akan buka praktik pukul 13.00 WITA.

Hingga pukul 13.30 Wita, dokter yang dimaksud belum juga datang. Saat menanyakan ke asisten dokter yang bernama “Ica”, pasien mendapat jawaban ketus, “Blm tau le nda pasti kwa dokter pe jam ini” (Belum tahu, tidak pasti kapan dokter praktiknya)

Puncak konflik terjadi sekitar pukul 15.30 WITA. Setelah sempat pulang sebentar, pasien kembali dan melihat dokter sudah ada. Namun, saat ia menanyakan urutan antrean, asisten dokter “Ica” diduga menjawab dengan nada tinggi sambil memainkan ponsel tanpa menghargai apa yang ditanyakan oleh pasien. dengan nada ketus ica menjawab “NINTAU LE NDA ADA NOMOR NOMOR KWA DISINI!! IBU KWA TADI KITA PANGGE PANGGE NDA MUNCUL?!!” (Tidak tahu, tidak ada nomor-nomor di sini! Ibu tadi saya panggil-panggil tidak muncul?!).

Situasi memanas ketika pasien mencoba menegur sikap asisten dokter tersebut. bukannya lebih ramah melayani dan menyambut pertanyaan dari pasien, tapi sebaliknya “Ica” kemudian diduga kuat melontarkan kalimat yang dinilai sangat “Arogan”, “SILAHKAN PERGI KALO IBU KURANG SANANG” (Silakan pergi kalau ibu kurang senang/tidak puas).

Tak lama kemudian, Dokter Tarti keluar ruangan. Alih-alih bukan menenangkan situasi, malah dokter tersebut diduga kuat ikut berdebat dan memarahi pasiennya yang sudah empat jam menunggu dalam kondisi menahan sakit.

“Kita lebe percaya pa Ses Ica dari pada pa ngana, karena Ses Ica so 4 taong karja deng kita” (Saya lebih percaya pada Suster Ica daripada kamu, karena Suster Ica sudah 4 tahun bekerja dengan saya) kutip Afrian Laruke (pasien) menjelaskan kepada awak media soal kronologi singkat yang terjadi.

iapun berharap semoga pelayanan buruk yang di alami olehnya, tidak terjadi kepada pasien lainnya. dan minta kepada bapak Walikota- Kotamobagu dapat menindaklanjuti, dengan memanggil dokter dan asistennya tersebut.

“Pak memang bukan dokter langsung yang mengusir saya, tapi asistennya yang mengusir saya. dan saya sangat sesali, bukannya dokter Tarti menegur asistennya, tapi balik ia mengatakan, bahwa dirinya lebih mempercayai asistennya dari pada apa yang saya keluhkan soal pelayanan buruk yang saya alami saat itu.,”keluh Pasien Afrian Laruke.

Terpisah dr.Hj. Sri Tarti Manoppo M.Kes, Sp.OG, ketika dikonfirmasi awak media, Kamis 2 Juli 2026, di klinik praktek Almediqa Sinidian, dirinya membantah soal issue pengusiran pasien.

Menurutnya, bahwa baik dirinya maupun asisten bidan yang mendata/ menangani pelayanan, tidak melakukan pengusiran pasien. ini hanya miskomunikasi saja antara pasien dan asistennya yang bernama ica.

“Pak kami tidak melakukan pengusiran, malahan saya berdiri sebagai penengah ketika mendegar ada suara perdebatan diluar ruangan pemeriksaan antara asisten saya dan pasien tersebut,”jawab dr Tarti meluruskan.

Dijelaskannya, bilamana pasien Afrian Laruke tiba pukul 13;00 wita di Almediqa, untuk dilakukan fisit atas penyakit yang ia alami. bahkan pasien tersebut ucap dokter, adalah pasien yang sudah lama terhitung sejak tahun 2018. maka tidak mungkin diusir ketika datang berobat.

“Saya sudah memangil asisten saya, dan kemudian menanyakan duduk persoalan awal, bersangkutan (asisten) saya telah menjelaskan bahwa ia tidak memarahi pasien ataupun mngusir pasien yang dimaksud. hanya saja kata dokter, ada terjadi miskomunikasi. dimana pada saat pasien bertanya soal nomor antrean, bertepatan asisten saya lagi memegang hp dan mungkin dianggap jutek oleh pasien tersebut. itupun asisten saya sudah menyampaikan permohonan maaf, tapi kemarahan pasien tak berhenti juga,”jelasnya.

Dikatakan Dokter Tarti, meminimalisir agar hal semacam ini kedepan tidak terulang lagi, sayapun sudah memberikan teguran (peringatan) terhadap asisten saya, agar dalam mendata dan melayani pasien yang datang berobat, tutur kata dan pelayanan harus lebih ramah. karena setiap orang memiliki karakter yang berbeda dengan cara penerimaan masing-masing tentunya tidak sama.

Dokter Tarti pun berkeinginan untuk bisa bertemu dengan pasien Afrian Laruke. sehingga miskomunikasi antara asistennya dan pasien ini bisa secepatnya diselesaikan dengan cara yang baik.

“Pastinya saya tidak perna mengusir pasien ketika datang untuk berobat”ungkapnya.

(Andry)

Read Previous

Operasi SAR Longsor PETI Bolingongot Resmi Ditutup, Satu Korban Belum Ditemukan

Read Next

Polres Bolmong Diduga Seolah Tutup Mata Lokasi PT Xinfeng Sudah Dipasang Garis Polisi dan Ada SPDP, Tapi Tetap Beroperasi

Most Popular