iMediantara.id BOLTIM – Seratus hari matahari
naik dan turun, tanpa suara lembutmu yang mengajarkan huruf-huruf suci,
seratus malam bulan berganti bentuk
tanpa nasihat hangatmu yang selalu membimbing langkahku.
Ruang belajar yang dulu penuh tawa dan doa
kini masih terasa hangat dengan bekas kehadiranmu, buku-buku kitab yang kamu pegang erat, masih menyimpan jejak kesabaran yang tak pernah pudar.
Hari pertama kau pergi, dunia ilmu seolah gelap, hati ini mencari sosok yang selalu tersenyum saat mengoreksi bacaan kami
hari puluhan, kami terus mengulang pelajaranmu, seolah kamu masih ada di sana, berdiri di depan kami.
Seratus hari telah berlalu, tapi kamu tak pernah pergi setiap ayat yang kami hafalkan adalah warisanmu, setiap amal yang kami lakukan adalah buah ajaranmu, kau hidup dalam setiap langkah yang kami tempuh menuju kebaikan.
Masjid tempat kamu mengajarkan agama
masih kedengaran suara bacaan Al-Qur’an yang kamu ajarkan bunga-bunga di halaman masjid mekar indah, seperti cinta dan kasih sayang yang kamu tanamkan di hati setiap muridmu.

Kini kami akan terus meneruskan jalan yang kamu beri, mengajarkan apa yang kamu ajarkan, mencintai apa yang kamu cintai
karena seratus hari pun tak cukup untuk melupakanmu, Guru ngaji kami yang tercinta, sosok yang selalu kami hormati.
Penulis : (Anmel)



