Akibat Limbah Tambang Puluhan Kolam Ikan Milik Warga Tercemar

iMediantara.id KOTAMOBAGU – Warga Desa Poyowa, Kecamatan Kotamobagu Timur, Kota Kotamobagu, dikejutkan dengan peristiwa kematian massal ikan di sejumlah kolam budidaya milik masyarakat.

Sedikitnya ribuan ekor ikan dilaporkan mati mendadak, menyebabkan kerugian yang ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Kejadian tersebut terjadi di sekitar 4 hingga 5 kolam warga yang berada di sepanjang aliran Sungai Moayat, Poyowa Besar 1. Para pemilik kolam mengaku kematian ikan kali ini merupakan yang terparah sepanjang usaha budidaya mereka.

Salah satu pemilik kolam menuturkan, kejadian serupa memang pernah terjadi, namun biasanya hanya saat musim penghujan dan debit air sungai meningkat.

“Kalau dulu paling hanya puluhan ekor yang mati. Waktu itu masih dianggap faktor alam karena air keruh saat banjir,” ucapnya.

Namun kondisi kali ini berbeda. Kematian massal ikan terjadi saat debit air sungai normal dan tidak sedang hujan deras.
Hal ini memicu dugaan kuat bahwa air kolam yang bersumber dari Sungai Moayat telah terkontaminasi zat beracun, yang diduga berasal dari aktivitas pengolahan emas ilegal di bagian hulu sungai.

Warga menyebut kemungkinan adanya limbah bahan kimia berbahaya seperti sianida yang terbawa aliran sungai hingga ke area kolam budidaya. Dugaan tersebut semakin menguat karena kematian ikan terjadi secara serentak dalam jumlah besar dalam waktu singkat.

Persoalan ini langsung mendapat perhatian dari Pemerintah Kota Kotamobagu. Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kotamobagu, Piter Suli, S.Pt, bersama tim, pada Rabu siang 18 Februari 2026, turun langsung meninjau lokasi kolam warga di sepanjang Sungai Moayat, Desa Poyowa Besar 1.

Tim melakukan pengecekan kondisi air kolam serta mengumpulkan informasi dari para pemilik kolam terkait kronologi kejadian. Pemerintah juga berencana mengambil sampel air untuk diuji guna memastikan penyebab pasti kematian massal ikan tersebut.

Warga berharap pemerintah dan aparat penegak hukum dapat segera menelusuri sumber pencemaran dan mengambil tindakan tegas terhadap pihak yang diduga bertanggung jawab. Mereka khawatir kejadian serupa akan terus berulang dan mengancam keberlangsungan usaha budidaya ikan di wilayah tersebut.

Namun hingga berita ini diturunkan Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kotamobagu, Piter Suli belum berhasil dihubungi untuk dimintai keterangan.

(Andry)

Read Previous

Kapolres Kotamobagu, Momentum Ramadhan Merupakan Waktu Yang Tepat Untuk Melakukan Refleksi Diri

Read Next

Di Duga Tercemar Limbah Tambang DLH Gerak Cepat Tindaklanjuti Laporan Masyarakat

Most Popular