Imediantara BOLTIM – Mewakili Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Oskar Manoppo, Wakil Bupati Argo V. Sumaiku yang didampingi Staf Ahli I TP-PKK Boltim, Ny. Lucia K. Mokoginta, menghadiri Pesta Adat Tulude Desa Jiko Belanga Tahun 2026. Kegiatan tersebut mengusung tema
“Terima Kase Su Mawu Dingang’u Alamate Su Ralung Pulaharape Ko Buhu Su Taong Ko Buhu”
yang bermakna Syukur Atas Berkat Tuhan dan Harapan Baru di Tahun yang Baru, dan dilaksanakan di Desa Jiko Belanga, (10/2/2026).
Dalam sambutan Bupati yang dibacakan oleh Wakil Bupati, disampaikan bahwa Kabupaten Bolaang Mongondow Timur merupakan daerah yang terbuka dan heterogen, di mana keberagaman budaya, adat, dan tradisi tumbuh dan berkembang secara harmonis.
“Pelaksanaan adat Tulude di Bolaang Mongondow Timur menjadi bukti nyata bahwa semangat Mototompiaan, Mototabian, bo Mototanoban saling memperbaiki, saling menyayangi, dan saling mengingatkan—sejalan serta berpadu dengan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam adat Tulude,” ujar Wakil Bupati saat membacakan sambutan.

lanjut disampaikan bahwa upacara adat Tulude tidak hanya menjadi milik masyarakat keturunan Nusa Utara, namun telah berkembang menjadi simbol kebersamaan, persaudaraan, serta kemanunggalan seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur.
“Saya mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus memelihara dan merawat toleransi, persaudaraan, serta nilai-nilai kebersamaan yang selama ini telah terjaga dengan sangat baik,” ucapnya.
Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Daerah juga mendorong agar perayaan adat Tulude tidak hanya dimaknai sebagai pelestarian warisan budaya, tetapi juga dikembangkan sebagai potensi wisata budaya yang mampu menumbuhkan rasa bangga serta mengangkat nama Kabupaten Bolaang Mongondow Timur di tingkat yang lebih luas.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Boltim M. Iksan Pangalima, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Hendra Tangel, perwakilan unsur Forkopimda Boltim, sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tokoh adat, tokoh masyarakat, serta masyarakat Desa Jiko Belanga.
(Andry)



